Rabu, 27 Mei 2015

BIOMEKANIKA OLAHRAGA analisis gerak teknik lob bulutangkis


BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
 Permainan bulutangkis merupakan salah satu jenis olahraga yang terkenal di dunia. Olahraga ini dapat menarik minat bagi berbagai kelompok umur, berbagai tingkat keterampilan, dan pria maupun wanita memainkan olahraga ini di dalam atau di luar ruangan untuk tujuan rekreasi, dan juga sebagai ajang persaingan. Permainan bulutangkis merupakan permainan yang bersifat individual yang dapat dilakukan dengan cara satu orang melawan satu, atau dua orang melawan dua orang. Permainan ini mudah dilaksanakan karena alat pemukulnya ringan, bola mudah dipukul, tidak membutuhkan lapangan yang luas, bahkan dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan, serta dapat dimainkan oleh siapa saja. Oleh karena itu, permainan bulutangkis dapat berkembang pesat. Di Indonesia, olahraga bulutangkis mengalami perkembangan pesat karena tak lepas dari kerja keras pelatih, atlet, dan pengurus, dalam pembinaan atlet bulutangkis. Hal ini dapat dilihat dari prestasi yang diraih dalam kejuaraan-kejuaraan yang diikuti oleh atlet Indonesia, seperti kejuaraan Thomas Cup, Uber Cup, All England, Olimpiade, dan sebagainya. Prestasi bulutangkis yang diraih bukanlah hal yang cepat dan mudah, semua itu melalui proses yang panjang, dan membutuhkan waktu yang lama, mulai dari pemasalan, pembibitan, hingga pembinaan secara terpadu, terarah, dan berkelanjutan. Partisipasi dari semua pihak, baik dari pemerintah melalui sekolah, maupun dari masyarakat sangat diperlukan guna pembinaan dan pengembangan olahraga bulutangkis, misalnya melalui perkumpulan atau klub. Dari keduanya diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi peningkatan dan pengembangan olahraga, termasuk bulutangkis. Secara sistematik, untuk bisa bermain bulu tangkis dengan tepat dan baik perlu dilakukan yaitu latihan yang dilakukan secara terencana dan terprogram yang didasarkan pada pelaksanaan yang benar dan teratur. Secara sistemik, yakni berbagai komponen latihan yang terkait harus dilaksanakan secara terpadu. Melihat banyaknya unsur latihan yang terkait, maka perlu adanya strategi pendekatan yang tepat.
B.       Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1.         Apa pengertian lob ?
2.         langkah langkah melakukan lob ?
3.         Hukum kesetimbangan apa saja ?
4.         Hukum Newton !
5.         Otot yang berkontraksi !
C.      Tujuan Pembelajaran
Setelah membaca, adapun tujuan dari pada penulisan makalah ini adalah
1.         Dapat mengetahui pengertian lob
2.         Dapat menjelaskan langkah langkah teknik lob
3.         Dapat menerangkan Hukum Kesetimbangan dan Hukum Newton !
4.         Dapat menganalisis gerakan teknik lob !
5.         Dapat menerangkan otot otot yang berkontraksi !
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengartian
Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Dalam bulutangkis terdapat dua jenis pukulan lob/overhead clear (Pukulan yang dilakukan di atas kepala), yaitu:
1. Deep Lob /Clear: memukul tinggi shuttlecock hingga jatuh ke lapangan bagian belakang (Backout)
2. Attacking Lob/Clear atau lob Serang: Memukul dengan ketinggian sedang tapi laju menuju lapangan bagian belakang (Backout)
B. Langkah melakukan Lob:– Letakkan posisi tangan pada pegangan forehand, pegang raket dan posisinya di samping bahu.
– Posisi badan menyamping (Vertikal) dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kiri dan pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
– Posisi dalam keadaan siap untuk memukul.
– Ayunkan raket.
– pukul shutlecock seperti gerakan melempar (lecut pergelangan tangan saat raket mengenai shuttlecock).
– Pada saat shuttlecock menyentuh raket, tangan harus lurus. Posisi akhir raket mengikuti arah bola, lalu dilepas, serang raket jatuh di depan badan.
– Biarkan ayunan raket terus ke arah bawah pinggang, jangan ditahan.
– Setelah memukul, kaki kiri mendarat lebih dulu, di bagian depan kaki (agak berjingkat) badan harus condong ke depan.
– Akan lebih baik jika saat melatih pukulan ini di bantu oleh teman di seberang lapangan yang bertugas sebagai sparing.
C.    HUKUM KESETIMBANGAN
Hukum Kesetimbangan IIStabilitas berbanding lurus dengan luas bidang tumpuannya. Terjadi pada langkah langkah
– Letakkan posisi tangan pada pegangan forehand, pegang raket dan posisinya di samping bahu.
– Posisi badan menyamping (Vertikal) dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kiri dan pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
– Posisi dalam keadaan siap untuk memukul.
Hukum Kesetimbangan IIIStabilitas berbanding lurus dengan beratnya. Terjadi pada langkah langkah
– pukul shutlecock seperti gerakan melempar (lecut pergelangan tangan saat raket mengenai shuttlecock).
– Pada saat shuttlecock menyentuh raket, tangan harus lurus. Posisi akhir raket mengikuti arah bola, lalu dilepas, serang raket jatuh di depan badan.
– Biarkan ayunan raket terus ke arah bawah pinggang, jangan ditahan.
Hukum Kesetimbangan IVStabilitas berbanding lurus dengan jarak horizontal dari titik berat badan terhadap sisi bidang tumpuan kearah mana benda/ badan bergerak. Terjadi pada langkah langkah
– Setelah memukul, kaki kiri mendarat lebih dulu, di bagian depan kaki (agak berjingkat) badan harus condong ke depan.
D.    Prinsip-prinsip Kesetimbangan
a.       Tumpuan Kaki
b.      Sikap siap, Waspada atau kuda-kuda
c.       Dari sikap diam kegerak
d.      Dari sikap gerak kediam
e.       Mempertahankan kesetimbangan dalam keadaadn bergerak
E.     Otot-otot yang berkontraksi dalam melakukan Lob
a.       Leher (sternohyoideus)
b.      Bahu (scapulohumerus)
c.       Lengan atas (biceps)
d.      Lengan bawah (anconeus)
e.       Pergelangan lengan (ekstensor carpi radialis longus)
f.       Punggung (latissimus dorsi)
g.      Dada atas (pectoralis major)
h.      Tungkai atas (Sartorius)
i.        Tungkai bawah (Hamstrings)
F.     Hukum Newton
Hukum Newton I
Setiap benda/badan selalu dalam keadaan diam atau selalu dalam keadaan bergerak lurus beraturan, kalau terhadap benda/badan tersebut ada sebab sebab yang mempengaruhinya.
Hukum Newton II
Percepatan yang diterima oleh sebuah benda/badan berbanding lurus dengan kekuatan yang menyebabkannya.
Hukum Newton III
Jika sebuah benda mengadakan pengaruh (gaya pada sebuah benda lain), maka benda yang lain itupun sebaliknya mengadakan pengaruh juga kepada benda pertama tadi. Kedua pengaruh sama besar berlawanan arah, dan terletak pada satu garis lurus.

1 komentar: